Pusat sumber praktik baik
Program HATI
Dari pemetaan kebutuhan menuju keberanian bertumbuh
Perangkat terstruktur untuk membantu sekolah mendengar kebutuhan peserta didik, merancang tindakan yang tepat, mendampingi dengan tulus, lalu menyebarkan praktik yang menginspirasi.
Rigen Utami, M.Pd. SMP Negeri 44 SATAP OKU
Siklus pendampingan
4 tahap terhubungTentang Program HATI
Kebutuhan peserta didik menjadi titik awal keputusan guru
Program HATI menata praktik pendampingan ke dalam satu siklus yang dapat dipelajari, didokumentasikan, dan disesuaikan. Setiap tahap menghasilkan bukti kerja agar keputusan tidak hanya bertumpu pada kesan sesaat.
Hadir
Mengamati keterlibatan, membuka ruang dialog, dan memetakan kebutuhan yang belum terlihat.
- Observasi awal
- Angket suara peserta didik
- Peta kebutuhan
Aksi
Memilih respons pembelajaran dan pendampingan yang sesuai dengan bukti pada tahap Hadir.
- Rencana tindakan
- Bahan ajar adaptif
- Pemantauan singkat
Tulus
Menjaga hubungan yang aman, konsisten, dan tetap memiliki batas serta tujuan yang jelas.
- Dialog reflektif
- Umpan balik personal
- Kolaborasi keluarga
Inspiratif
Menguatkan keberanian peserta didik berkarya dan membantu guru lain mengadaptasi praktik.
- Portofolio karya
- Galeri S3I
- Pengimbasan
Kebaruan program
Satu alur, empat jenis bukti
- 01
Suara kebutuhan dari angket dan dialog.
- 02
Perilaku yang tercatat melalui observasi.
- 03
Proses pendampingan yang dapat ditelusuri.
- 04
Perubahan yang dibuktikan dari data awal dan akhir.
Pengembang Program HATI
Profil pengembang program
Rigen Utami, M.Pd.
Guru IPA SMP Negeri 44 SATAP OKU
“Mengajar dengan HATI”
Moto pengembang program
Perpustakaan perangkat
Temukan perangkat yang dibutuhkan
Gunakan pencarian atau filter. Setiap kartu memuat pratinjau, format, tahap HATI, dan berkas yang dapat disesuaikan.
12 perangkat ditemukan
Instrumen Pemetaan Kebutuhan Peserta Didik
Menyatukan hasil observasi, percakapan, dan informasi awal dalam satu lembar kerja.
Angket Suara Peserta Didik
Pertanyaan singkat untuk mengenali rasa aman, hambatan belajar, dan dukungan yang dibutuhkan.
Lembar Observasi Keterlibatan
Mencatat perilaku yang teramati agar pola perubahan dapat dibandingkan dari waktu ke waktu.
Matriks Indikator Keberhasilan HATI
Menghubungkan indikator, sumber data, kondisi awal, target, dan hasil akhir.
Bahan Ajar Dialog Reflektif
Kartu pertanyaan untuk menuntun refleksi tanpa menghakimi atau memberi jawaban instan.
Modul Ajar Berbasis HATI
Kerangka modul yang menempatkan kebutuhan peserta didik di dalam keputusan pembelajaran.
Panduan Pendampingan Tulus
Alur percakapan empatik yang tetap menjaga tujuan, batas, dan tindak lanjut.
Template Portofolio Karya S3I
Susunan presentasi ringkas untuk mendokumentasikan proses dan makna karya peserta didik.
Formulir Testimoni dan Persetujuan
Mengumpulkan pengalaman pemangku kepentingan sekaligus mencatat izin penggunaan kutipan.
Rencana Pengimbasan 90 Menit
Alur lokakarya yang membawa peserta dari pemahaman konsep menuju rencana adaptasi.
Lembar Adaptasi Program untuk Sekolah
Membantu sekolah memilih bagian HATI yang relevan tanpa menyalin konteks sekolah asal.
Panduan Membaca Bukti Dampak
Pedoman ringkas untuk menyajikan perubahan secara jujur, terverifikasi, dan mudah dipahami.
Perangkat belum ditemukan
Coba kata kunci lain atau atur ulang filter.
Indikator keberhasilan
Dampak dibaca dari perubahan yang dapat ditelusuri
Gunakan data awal dan akhir, lalu cocokkan dengan catatan proses. Angka, karya, dan testimoni memiliki fungsi berbeda dan perlu saling menguatkan.
Keterlibatan
Kehadiran, partisipasi, penyelesaian tugas, dan keberanian meminta bantuan.
Rasa aman
Kesediaan menyampaikan pendapat, kesulitan, dan kebutuhan tanpa takut dipermalukan.
Kemandirian
Kemampuan menetapkan langkah, memperbaiki proses, dan menjelaskan pilihan.
Pengimbasan
Perangkat digunakan ulang, dimodifikasi, dan dibagikan melalui komunitas belajar.
Tangga bukti
Mulai dari jejak yang paling dekat
Perubahan terverifikasiData awal dan akhir didukung lebih dari satu sumber.
Pola perubahanCatatan menunjukkan kecenderungan yang konsisten.
Bukti prosesLog pendampingan, karya, atau refleksi tersedia.
Catatan awalObservasi dan suara peserta didik terdokumentasi.
Publikasikan hanya data yang telah diverifikasi dan disamarkan sesuai izin.
Jejak proses Program HATI
Dokumentasi Program
Setiap langkah memiliki cerita dan makna. Setiap perjalanan memberikan arti bagi peserta didik.
Mentoring membuka ruang percakapan untuk memahami perkembangan dan menentukan tindak lanjut peserta didik.
Catatan pendampingan dibahas agar dukungan pada pertemuan berikutnya tetap terarah.
Guru belajar bersama untuk menjaga respons yang konsisten dan sesuai kebutuhan.
Percakapan dekat membantu peserta didik berani menyampaikan kebutuhan dan pendapat.
Komunikasi bersama menguatkan dukungan yang berkesinambungan di sekolah dan di rumah.
Peserta didik berlatih berdiskusi, saling membantu, dan bertanggung jawab dalam kelompok.
Perangkat digital digunakan untuk membantu peserta didik mengamati dan merefleksikan proses belajarnya.
Peserta didik memanfaatkan media digital untuk mengakses bahan dan menyelesaikan tugas pendampingan.
Guru hadir mendampingi penggunaan teknologi agar kegiatan tetap terarah dan bermakna.
Dialog terarah membantu memahami kebutuhan peserta didik, memantau perkembangannya, dan menyepakati tindak lanjut.
Visualisasi sains menjadi media pemantik untuk belajar, berkreasi, dan menyampaikan gagasan.
Peserta didik bekerja bersama, berbagi peran, dan menyelesaikan proses berkarya.
Hasil kerja kelompok ditampilkan sebagai bentuk keberanian, kreativitas, dan tanggung jawab.
Ruang unjuk bakat membantu peserta didik tumbuh percaya diri dan berani tampil.
Peserta didik berlatih menyampaikan gagasan dan menunjukkan potensi dirinya.
Keberanian berekspresi dibangun melalui kesempatan yang aman dan dukungan yang konsisten.
Pendampingan personal membantu peserta didik membaca, berdiskusi, dan menuntaskan proses berkarya.
Kegiatan lapangan menumbuhkan kekompakan, partisipasi, dan keberanian mengambil peran.
Peserta didik mempresentasikan hasil eksperimen dan belajar melalui pengalaman langsung.
Dalam pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning), peserta didik leluasa mengembangkan ide, mencoba, dan menghasilkan karya dengan lebih percaya diri.
Video dokumentasi S3I
Gerakan Satu Siswa Satu Inovasi (S3I)
Siswa diberikan kebebasan untuk berkarya sehingga terwujud pembelajaran bermakna.
Dampak dan testimoni
Cerita perubahan perlu memiliki pijakan bukti
Bagian ini menyediakan struktur publikasi. Ganti contoh dengan hasil terverifikasi sebelum website digunakan sebagai laporan resmi.
Data perubahan
Bandingkan kondisi awal, target, dan kondisi akhir dengan satuan yang konsisten.
Contoh: persentase partisipasi atau tugas selesaiSuara pemangku kepentingan
Gunakan kutipan singkat yang disetujui dan kaitkan dengan perubahan yang benar-benar diamati.
Guru, peserta didik, orang tua, atau kepala sekolahJejak pengimbasan
Catat siapa yang mencoba, perangkat yang diadaptasi, dan tindak lanjut setelah berbagi praktik.
Daftar hadir, rencana adaptasi, dan refleksiRekapitulasi agregat
Perbandingan kondisi awal dan hasil akhir
Persentase peserta didik pada beberapa indikator Program HATI. Grafik tidak memuat nama atau data pribadi.
Rekapitulasi agregat 40 peserta didik kelas VIII.1/VIII.2, Juli 2025–Juni 2026. Data kerja ini perlu divalidasi dengan respons asli sebelum digunakan sebagai laporan resmi.
Testimoni terdokumentasi
Perubahan yang dirasakan warga sekolah
Testimoni berikut disajikan sesuai dokumentasi yang dibagikan, lengkap dengan peran pemberi testimoni.
“Saya melihat Program HATI sebagai wujud nyata dedikasi Ibu Rigen Utami dalam menghadirkan pendampingan yang tulus sehingga peserta didik menjadi lebih percaya diri, aktif, dan berani bertumbuh.”
“Melalui Program HATI, kami melihat anak menjadi lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan bersemangat belajar karena memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya.”
“Program HATI menyadarkan saya bahwa setiap anak akan bertumbuh ketika guru hadir untuk memahami dan mendampinginya dengan tulus.”
“Melalui Program HATI, saya merasa lebih didengarkan, tidak takut melakukan kesalahan, serta lebih berani belajar dan menghasilkan karya.”
Keterhubungan kebijakan
HATI membantu program strategis hadir dalam pengalaman belajar
Hubungan ini berfungsi sebagai peta implementasi, bukan klaim bahwa Program HATI menggantikan panduan resmi pemerintah.
Pembelajaran Mendalam
Refleksi, keberanian bertanya, perbaikan proses, dan karya bermakna masuk ke dalam pengalaman belajar.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Pemetaan kebiasaan dan dukungan yang konsisten membantu pembiasaan berkembang di sekolah dan rumah.
Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Ruang dialog, perlindungan identitas, dan relasi yang menghargai martabat menjadi bagian dari pendampingan.
Wajib Belajar 13 Tahun
Deteksi hambatan dan tindak lanjut membantu sekolah menjaga keterlibatan serta rencana keberlanjutan pendidikan.
Pengimbasan
Adaptasi dimulai dari masalah sekolah sendiri
Sekolah dapat menggunakan seluruh siklus atau memilih perangkat yang paling relevan. Nama kegiatan boleh berubah, tetapi bukti awal, tindakan, dan evaluasi perlu tetap terhubung.
- 1Pilih masalah prioritas
Gunakan data sekolah, bukan dugaan.
- 2Tentukan kelompok sasaran
Mulai dari lingkup yang dapat didampingi.
- 3Pilih perangkat
Sesuaikan bahasa dan indikator dengan konteks.
- 4Jalankan dan catat
Simpan bukti proses secara ringkas.
- 5Bandingkan perubahan
Tinjau data awal dan akhir bersama.
Unduhan
Mulai dengan empat berkas inti
Gunakan sebagai contoh awal. Sesuaikan identitas, bahasa, sasaran, indikator, dan prosedur izin sebelum diterapkan.
Referensi
Sumber resmi untuk pendalaman
Tautan berikut membantu sekolah memeriksa panduan pemerintah sebelum mengadaptasi perangkat.